Friday, July 25, 2014

Ternyata Samsung Sangat Ketakutan Terhadap Apple

Setelah slide presentasi pemasaran Apple mengenai strateginya untuk mengalahkan kompetitor, kini giliran Samsung yang kecolongan dokumen strategi pemasarannya diungkap ke dunia maya. Teknologi Terbaru
Ternyata Samsung 'Sangat Ketakutan' Terhadap Apple

Bocoran dokumen strategi pemasaran Samsung tersebut terungkap di situs AppleInsider, Selasa (8/4/2014), yang menunjukkan bahwa Samsung benar-benar tertekan dengan perusahaan besutan mendiang Steve Jobs tersebut.

Disebutkan dalam dokumen yang tertanggal tahun 2012 tersebut, bahwa Samsung memandang Apple sebagai ancaman paling utama dari bisnis ponsel pabrikkannya. Apple tampak ngeri dengan penjualan iPhone setahun sebelumnya yang mencapai 12,5 juta iPhone pada kuartal empat 2011.

"Ancaman dari Apple benar-benar nyata dan sangat mendesak" demikian tulis Samsung dalam dokumen strategi pemasarannya yang bocor. 

Tak hanya itu, Samsung juga memprediksi penjualan ponsel iPhone terbaru pada 2012 yang diperkirakan lebih dari 40 juta unit. Dan prediksi Samsung tersebut benar adanya, yang mana Apple berhasil menutup tahun fiskal sebanyak 150 juta unit, dengan kontribusi penjualan terbanyak dari iPhone 5.

Wednesday, July 23, 2014

Sebagian Besar Warga AS Tolak Google Glass, Ada Apa?

Berdasarkan laporan terbaru, sekira 72 persen warga Amerika Serikat menolak Google Glass. Hal ini mengingat kacamata pintar tersebut mengganggu privasi seseorang. Teknologi Indonesia
Sebagian Besar Warga AS Tolak Google Glass, Ada Apa?
Dilansir Mashable, Selasa (8/4/2014), alasan utama mengapa warga AS tidak akan menggunakan Google Glass ialah bukan karena harganya mahal, melainkan masalah privasi. Perusahaan riset Toluna mengungkap perhatian terhadap privasi menjadi alasan utama seseorang tidak ingin menggunakan Glass.

Polling yang dilakukan Toluna juga menunjukkan, salah satu alasan seseorang enggan memakai Glass ialah karena kemungkinan perangkat tersebut diretas. Sehingga, data personal bisa diakses pelaku kejahatan cyber, termasuk informasi lokasi keberadaan pengguna.

Keamanan menjadi perhatian utama di antara 1.000 individu yang berpartisipasi pada riset tersebut. Selain merasa terganggu terhadap privasi, responden juga menyatakan keprihatinannnya tentang kemungkinan dirampok.

"Google Glass belum tersedia di pasar terbuka, meskipun jelas bahwa proporsi yang tinggi dari individu memiliki kekhawatiran tentang dampak potensial terhadap privasi mereka," tutur Mark Simon, Managing Director Toluna di Amerika Utara.

Ia mengatakan, ini harus menjadi perhatian Google dan perusahaan teknologi lain yang menggunakan teknologi, di mana mereka harus mampu menjamin keamanan sebelum produk tersebut menjadi 'mainstream' yang banyak dipakai orang.

Google merespon dengan mengungkao bahwa fitur seperti pengenal wajah (facial recognition) tidak akan ditambahkan pada Glass. Perusahaan harus menjamin privasi dan keamanan individu.

Sunday, July 20, 2014

Aplikasi Google Glass Ini Cocok untuk Jurnalis

Aplikasi dalam perangkat Google Glass bernama 'Livestream for Glass' bisa memungkinkan penggunanya menjadi seorang reporter yang melaporkan suatu kejadian. Fitur ini menggunakna kamera pada kacamata untuk merekam gambar. Handphone Komputer
Aplikasi Google Glass Ini Cocok untuk Jurnalis

Jika Anda bercita-cita sebagai reporter televisi dan belum kesampaian, Anda bisa mewujudkannya dengan Google Glass. Aplikasi Livestream for Glass ini jadi salah satu sarananya.

Sistem kerja aplikasi ini adalah Google Glass merekam gambar lewat kameranya yang kemudian langsung disiarkan secara langsung melalui siaran online yang bisa diakses siapa saja melalui aplikasi Livestream di dunia maya. Aplikasi Livestream ini juga bisa digunakan oleh pengguna Android atau iPhone yang bisa menonton siaran Anda secara lansung lewat ponsel.

Hanya dengan melakukan perintah suara "Ok Glass, Livestream", maka Google Glass akan merekam secara langsung kejadian yang ada di hadapan penggunanya. 

Namun sayangnya memang, pengguna tidak bisa menampakkan dirinya di hadapan kamera Google Glass. Karena pengguna Google Glass di sini bertindak sebagai reporter mencakup juru kamera dengan menggunakan kacamatanya.

Jualan Ponsel, CEO BlackBerry Keliling Dunia

CEO BlackBerry, John Chen, melakukan perjalanan keliling dunia menyinggahi berbagai negara untuk mempromosikan perangkat buatan perusahaannya. Hal ini semata-mata ia lakukan untuk meningkatkan laba perusahaan yang saat ini tengah sekarat. Informasi Penting
'Jualan' Ponsel, CEO BlackBerry Keliling Dunia

Chen melakukan tur untuk bertemu 40 pemerintahan negara BlackBerry di berbagai negara dan berakhir di New York untuk melakukan wawancara bersama sejumlah reporter dan analis. Pada kesempatan tersebut, Chen mengungkapkan apa saja yang ia lakukan selama bepergian.

Bos BlackBerry berdarah China tersebut melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk rapat dengan mitra bisnis serta pemerintahan negara tersebut untuk melancarkan pemasaran perangkat BlackBerry di negara yang ia kunjungi. Lebih dari itu, Chen juga menyempatkan untuk rapat dengan timnya membicarakan mengenai manajemen risiko, keamanan data mobile, manajemen identitas, dan keamanan identitas.

"Masalahnya adalah, saya sama sekali tak keberatan harus bepergian (keliling dunia) dan rapat dengan banyak orang, tapi ada keterbatasan fisik untuk itu," kata Chen seperti dikutip The Record, Selasa (8/4/2014). 

"Saya tinggal dari satu hotel ke hotel lainnya, saya mengepak pakaian, membongkarnya lagi, mengepak dan membongkar lagi. Minggu ini saja saya telah berkunjung ke banyak tempat yang sekarang saya sudah tak ingat," tuturnya kepada wartawan.

Perjalanan Chen untuk mempromosikan BlackBerry tak berhenti sampai di sini. Pada bulan Mei nanti rencananya bos BlackBerry ini akan menyambangi Indonesia dalam peluncuran BlackBerry Z3 atau yang biasa dikenal dengan BlackBerry Jakarta.

Ponsel Berspesifikasi Monster dari Sharp, Kamera Depan 12MP

Sharp merilis ponsel terbaru dengan spesifikasi yang di atas rata-rata ponsel flagship berbagai merek terkenal dunia. Salah satu yang mencengangkan adalah kamera depan beresolusi 12 megapiksel. Berita Terbaru
Ponsel Berspesifikasi Monster dari Sharp, Kamera Depan 12MP

Produsen perangkat elektronik asal Jepang tersebut menamai ponselnya Sharp Aquos Xx 302Sh. Ponsel ini memiliki layar selebar 5,2 inci yang sangat rapat dengan bodi ponsel. Artinya ponsel ini hanya memiliki bezel atau bagian yang bukan layar ponsel lebih sedikit.

Jika dihitung dimensinya, ponsel Flagship dari Sharp hanya seukuran 132 x 70 x 9,9 milimeter, yang artinya ukuran ponsel ini lebih kecil dari Samsung Galaxy S4 dengan lebar layar 5 inci. Bodi perangkat juga memiliki sertifikat IP57 yang artinya tahan terhadap cipratan air atau debu.

Namun tak hanya itu yang menjadi senjata andalan dari Sharp Aquos Xx 302Sh. Spesifikasi jeroan ponsel ini memiliki tenaga monster. Lihat saja, prosesornya menggunakan Snapdragon 800 dari Qualcomm dengan dukungan RAM 2GB, sama seperti kebanyakan ponsel flagship merek lain. Tapi yang membuatnya berbeda adalah kapasitas penyimpanan sebesar 32GB yang masih bisa diekspansi dengan kartu slot microSD.

Layar selebar 5,2 inci ini memiliki resolusi 1.080 x 1.920 dengan panel buatan Sharp asli. Sementara itu baterainya memiliki kapasitas sebesar 2600 mAh. 

Bahkan yang paling menjanjikan adalah spesifikasi kamera yang belum dimiliki oleh perangkat merek lain. Ponsel Sharp ini memiliki kamera belakang beresolusi 16,3 megapiksel dengan lensa sangat lebar. Aperture atau bukaannya sebesar f/1,9 yang pastinya bisa menghasilkan fokus sangat tajam dan efek bokeh yang sempurna.

Bukaan kecil tersebut juga tentunya bisa memasukkan cahaya ke dalam lensa sebanyak-banyaknya sehingga ponsel ini dapat mengambil foto cemerlang dalam kondisi cahaya yang minim. Hebatnya lagi, kamera depan untuk kegunaan foto selfie atau video call memiliki resolusi 12 megapiksel. Kamera depan ponsel beresolusi terbesar pertama di dunia. Demikian seperti dikutip PhoneArena, Selasa (8/4/2014).